Tak Punya Gedung, ISBI Tanah Papua Minta Dukungan Pemprov Papua
Tak Punya Gedung, ISBI Tanah Papua Minta Dukungan Pemprov Papua

Rabu, 12 Okt 2019 | 08:51:31 WIB - Oleh Admin


Tak Punya Gedung, ISBI Tanah Papua Minta Dukungan Pemprov Papua

Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua, I Wayan Rai mengharapkan bantuan dari Pemeritah Provinsi (Pemprov) Papua untuk penyediaan gedung kuliah.

“Sebab sampai saat ini, kami masih gunakan Gedung Ekspo Waena untuk proses belajar. Kami masih sangat mengharapkan dukungan pemerintah provinsi berupa sarana dan prasarana (sarpras). Yang mendesak mohon surat izin untuk kepemilikan tanah,” jelas I Wayan.

Sebelumnya Pemprov Papua telah menghibahkan tanah untuk pembangunan kampus ISBI Tanah Papua, namun letaknya sangat jauh dari pusat kota, yakni di Maribu Tua, Kabupaten Jayapura.

“Jaraknya sekitar 50-60 kilometer, belum lagi transportasi yang belum lancar ke daerah itu, belum ada asrama dosen dan asrama mahasiswa,” kata I Wayan disela acara Dies Natalis Kampus ISBI Tanah Papua, Kamis 10 Oktober 2019.


Menurut I Wayan, pihaknya saat ini telah mencari alternatif untuk mendapatkan tempat yang lebih dekat dan telah mendapat dukungan dana dari pemerintah pusat.

“Kami perlu bantuan dari Bapak Gubernur Papua masalah perijinan, biar lancar. Kalau itu sudah keluar, kami punya tanah dan cepat bangun kampus sendiri,” katanya.

Jumlah mahasiswa ISBI Tanah Papua sampai saat ini ada 438 orang, sembilan diantaranya telah diyudisium atau diluluskan.

Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua, I Wayan Rai bersama mahasiswa. (KabarPapua.co/Fitus Arung)

Seniman Bisa Mengajar di ISBI Tanah Papua Walau Tak Tamat SMA

Untuk memberikan ruang berkreasi bagi seniman di Papua, pihak ISBI Tanah Papua mengusulkan program Rekomisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Menurut I Wayan, melalui program RPL seniman-seniman yang punya kompetensi diusulkan untuk mengajar di ISBI Tanah Papua walau tak tamat SMA.


“Sehingga kita bisa menyerap ilmu dari seniman kita meski tak tamat SMA. Tapi kemampuannya bisa diakui masyarakat. Sebab mendapatkan pengetahuan, tak saja lewat pendidikan formal di kampus, tapi juga bisa di tengah masyarakat, misalnya di para-para adat muncul seniman hebat,” jelasnya.

Untuk itu, kata I Wayan, pihaknya sangat membutuhkan seniman Papua untuk membangun budaya Papua. “Sebab dari seniman yang hidup di tengah masyarakat, kami bisa belajar apa yang terdapat di satu kampung,” katanya.

Selain itu, kata I Wayan, pemerintah daerah juga diminta harus turun tangan melalui berbagai program dan kerjasama  dalam membangun budaya Papua, agar tetap dapat dilestarian. 



Tuliskan Komentar