Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Mandiri T.A. 2026/2027 Telah Dibuka!
Jayapura, Papua
Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa ISBI Papua Dampingi Warga Depapre Kembangkan Kerajinan Wisata

01 Sep 2026, 14:52 Oleh: Admin Humas 17 Kali Dibaca

Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua menggelar acara penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dan Promosi Wisata Berbasis Seni” di Aula Kantor Distrik Depapre, Kampung Waiya, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (31/8/2026).

?Penarikan 15 mahasiswa yang telah mengabdi selama tiga bulan tersebut ditandai dengan pameran hasil karya seni, pertunjukan tarian siswa SD Negeri 1 Depapre berjudul “Tarian Nafas”, penampilan grup vokal siswa SMP Negeri 1 Depapre, hingga pemotongan pita peresmian ukiran pada gapura masuk Kantor Distrik Depapre.



 Ketua KKN ISBI Tanah Papua, Anderson Uaga, menjelaskan bahwa selama tiga bulan para mahasiswa berfokus memberikan berbagai pelatihan kepada masyarakat di Kampung Waiya, Amai, dan Tablanusu.

?"Kami memberikan pelatihan seperti melukis dan membuat gantungan kunci. Pelatihan ini dikhususkan bagi seluruh masyarakat serta siswa SD, SMP, dan SMA. Para mahasiswa berasal dari Program Studi Seni Rupa Murni, Desain Komunikasi Visual (DKV), Kriya, Tari, dan Musik," ujar Anderson.

?Ia mengungkapkan, kendala utama selama kegiatan KKN adalah ketersediaan bahan pelatihan. Namun, mereka menyiasatinya dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam.



 ?"Penerapan ilmunya sama, baik untuk orang tua maupun siswa, karena kami memberikan pelatihan teori sekaligus praktik. Harapannya, apa yang telah kami berikan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Terlebih lagi, tujuan kehadiran kami di tengah masyarakat adalah pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis seni," lanjutnya.

?Mahasiswa mengajarkan cara mengolah bahan sekitar agar memiliki nilai jual. Ibu-ibu diimbau untuk fokus memproduksi serta menjual gantungan kunci dan lukisan kulit kayu. Dengan begitu, para wisatawan yang berkunjung tidak hanya menikmati pemandangan pantai, tetapi juga bisa membeli produk kerajinan khas daerah setempat.

?Anderson menambahkan, di tengah masa pelaksanaan KKN, mereka juga dikejutkan oleh peristiwa keracunan massal yang terjadi pada 4 Agustus 2026. Korban yang meliputi anak-anak, orang tua, lansia, hingga ibu hamil mengalami mual dan diare usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan oleh dapur SPPG Kasih Iman Samuel Papua.


 ?"Kami mendengar kabar kejadian keracunan MBG ini setelah selesai mengajar di SMP Negeri 1 Depapre. Beruntung, tidak ada mahasiswa yang ikut menjadi korban," jelasnya.

?Dari kejadian tersebut, para mahasiswa turut turun tangan membantu masyarakat yang terdampak. Lokasi penginapan mahasiswa yang semula berada di aula kantor distrik pun terpaksa dipindahkan.

?"Awalnya kami menginap di aula. Namun, karena aula dialihfungsikan menjadi tempat perawatan pasien keracunan, tempat tinggal kami dipindahkan ke perumahan di belakang kantor distrik," tutur Anderson.

Di tempat yang sama, Kepala Distrik Depapre, Alfa Stevie Tamaela, menyampaikan bahwa ISBI Tanah Papua juga melaksanakan kegiatan KKN di Kampung Dormena, Wambena, Tablasupa, dan Entiebo.


 Pihaknya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada para mahasiswa KKN atas berbagai karya seni yang berhasil dihadirkan dalam waktu relatif singkat.


 ?"Saya berharap kita bisa membangun pariwisata daerah melalui karya-karya seni yang mulai ditunjukkan ini. Saya melihat ada bakat alami yang muncul dari anak-anak binaan ISBI Tanah Papua, baik di bidang seni ukir, tari, maupun lukis," ujar Alfa.

?Alfa juga menegaskan bahwa Distrik Depapre memiliki potensi budaya dan pariwisata yang melekat kuat di kehidupan masyarakat. Ia berharap potensi tersebut kelak dapat menjadi sorotan di tingkat nasional maupun internasional.

?"Saya berharap ini bukan kali terakhir ISBI hadir di Depapre. Sebagai program KKN pertama ISBI di Depapre, saya berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk mendorong potensi budaya dan wisata. Keterlibatan masyarakat beserta para siswa sangat penting untuk menambah pengetahuan dan menggali hal-hal baru bersama," ungkapnya.



 ?Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ISBI Tanah Papua, Dr. Sukrin Suhardi, menjelaskan bahwa mahasiswa dari berbagai program studi datang bukan sekadar sebagai pengajar, melainkan untuk belajar bersama masyarakat dan mengidentifikasi potensi wisata yang dapat diangkat.

?"Dosen pembimbing lapamgan mengarahkan mahasiswa untuk melihat kekayaan budaya dan pariwisata lokal yang ada. Kami mencoba mendorong mahasiswa bersama masyarakat untuk mengangkat potensi ini. Harapan kami, karya dan potensi ini dapat menjadi peluang untuk menembus kancah internasional," kata Dr. Sukrin. (*) 



Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Mahasiswa ISBI Papua Dampingi Warga Depapre Kembangkan Kerajinan Wisata, https://papua.tribunnews.com/kabupaten-jayapura/129375/mahasiswa-isbi-papua-dampingi-warga-depapre-kembangkan-kerajinan-wisata?page=2.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Marius Frisson Yewun

 

 

 

 

 

Bagikan:
Kembali

Dapatkan Info Terbaru PMB ISBI

Masukkan email Anda untuk menerima brosur dan pengingat jadwal pendaftaran.