Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Mandiri T.A. 2026/2027 Telah Dibuka!
Jayapura, Papua
Seputar Kampus wisuda, pendidikan,akademik

ISBI Tanah Papua berharap dukungan Pemprov Papua

13 Aug 2026, 12:31 Oleh: Admin Humas 34 Kali Dibaca

Jayapura, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua berharap adanya dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, terutama dalam pemenuhan kebutuhan sarana prasarana dan pengembangan sumber daya manusia, sebab menghadapi keterbatasan ruang perkuliahan.

Rektor ISBI Tanah Papua, Prof. Dr. St. Hanggar Budi Prasetya, S.Sn., M.Si menjelaskan, saat ini kegiatan perkuliahan masih berlangsung di dua lokasi.

Selain gedung yang sebelumnya digunakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang kini ditempati ISBI, pihak kampus masih memanfaatkan fasilitas yang dipinjamkan Universitas Cenderawasih (Uncen), khususnya di Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).

Ia mengatakan, sebelum memperoleh gedung tersebut, sebagian kegiatan perkuliahan ISBI dilakukan di FIK Uncen. Bahkan, salah satu ruang yang digunakan merupakan bekas ruang ganti atlet yang kemudian dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai ruang perkuliahan.

“Kalau semula kami hanya di FIK, tetapi karena kami mendapat bantuan ini, setelah BRIN kembali ke pusat, kami mengajukan kepada pemerintah pusat. Puji Tuhan, pada April 2026 ISBI Tanah Papua bisa menempati tempat ini untuk kami maksimalkan,” kata Prof. Dr. St. Hanggar Budi Prasetya, S.Sn., M.Si.

Menurutnya, untuk sementara pihak kampus akan memaksimalkan gedung yang telah diberikan tersebut. Jika kapasitasnya kembali tidak mencukupi, ISBI masih akan menggunakan fasilitas di FIK Uncen.

Di sisi lain katanya, ISBI Tanah Papua memiliki dua lahan yang dipersiapkan untuk pengembangan kampus, masing-masing di Maribu dan Koya. Namun, pembangunan kampus baru belum menjadi prioritas dalam waktu dekat.

“Kami coba akan maksimalkan dulu di sini. Kalau sudah maksimal, nanti karena setiap tahun mulai tahun ini kami membuka program studi baru, kami berharap mahasiswa bertambah banyak. Nanti kami bisa mengajukan pembangunan di tempat yang baru dan lebih luas,” ucapnya.

Pembukaan program studi baru tersebut untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di Tanah Papua, khususnya bidang-bidang seni dan budaya yang belum banyak tersedia di perguruan tinggi lainnya.

Ia menyambut baik kedatangan Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen ke kampus saat ISBI mewisuda 15 lulusan dari lima program studi, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk mewujudkan visi ISBI Tanah Papua sebagai pusat pendidikan seni dan budaya, bukan hanya untuk Papua tetapi juga kawasan Pasifik.

“Kami sangat mengharapkan dukungan itu karena sebetulnya visi kami sama. Kami ingin membangun ISBI Tanah Papua menjadi pusat pendidikan seni budaya, tidak hanya di Papua, tetapi harapan kami di wilayah Pasifik,” ujarnya.

Ia berharap, dukungan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga ISBI Tanah Papua mampu menjalankan perannya dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia, dan berkontribusi terhadap pengembangan seni dan budaya di seluruh Tanah Papua.

Sementara itu Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen mengatakan, pemerintah daerah menyadari kapasitas gedung yang saat ini digunakan ISBI Tanah Papua belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan proses belajar mengajar.

Katanya, pemerintah mendukung pemanfaatan gedung yang sebelumnya digunakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk kegiatan ISBI Tanah Papua. Gedung tersebut secara resmi telah diserahkan untuk dimanfaatkan oleh kampus.

“ISBI sudah diberikan gedung permanen untuk berkantor sekaligus melakukan perkuliahan. Dari sisi kapasitas memang ini belum mencukupi kebutuhan ISBI untuk melakukan proses belajar mengajar,” kata Rumaropen.

Menurutnya, pemanfaatan gedung bekas BRIN menjadi salah satu solusi di tengah keterbatasan fasilitas yang dimiliki ISBI Tanah Papua.

Sebagai perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, ISBI dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan seni dan budaya di Papua.

Ia mengatakan, Pemprov Papua juga siap berkolaborasi melalui Dinas Pendidikan untuk melihat berbagai kebutuhan kampus, termasuk peningkatan kapasitas tenaga pengajar.

“Harapan ke depan, pemerintah daerah juga ikut memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan, terutama tenaga pengajar yang perlu peningkatan kapasitas,” ujarnya.

Selain fasilitas yang saat ini digunakan lanjut Rumaropen, Pemprov Papua sebelumnya juga telah menyerahkan lokasi untuk rencana pembangunan kampus ISBI Tanah Papua. Namun, pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan karena kewenangannya berada pada pemerintah pusat.

“Intinya hari ini kami hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kampus ISBI Tanah Papua,” ucapnya.

Ia mengatakan, bahwa dukungan Pemprov Papua terhadap ISBI bukan hal baru. Ketika kampus tersebut masih berada di lokasi lama di Waena, pemerintah daerah pernah memberikan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa.

Beberapa penerima beasiswa tersebut, menurutnya kini telah menjadi dosen bahkan menduduki posisi pimpinan di ISBI Tanah Papua.

“Saat itu jumlahnya sedikit, jadi Pemerintah Provinsi Papua membiayai beberapa mahasiswa. Hari ini sudah ada yang menjadi, dosen, dan pimpinan pada kampus ini,” katanya. (*)

Bagikan:
Kembali

Dapatkan Info Terbaru PMB ISBI

Masukkan email Anda untuk menerima brosur dan pengingat jadwal pendaftaran.