

Dari kawasan perbatasan Indonesia–Papua Nugini (PNG), dua perguruan tinggi seni Indonesia kembali meneguhkan komitmen untuk memajukan pendidikan seni dan budaya nasional. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua resmi memperpanjang kesepahaman kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Selasa, 20 Oktober 2026.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor ISBI Aceh, Prof. Wildan, dan Rektor ISBI Tanah Papua, Prof. Hanggar. Momentum ini menjadi penegasan keberlanjutan kemitraan antarlembaga yang sebelumnya telah terjalin, sekaligus memperkuat langkah bersama dalam mengembangkan pendidikan tinggi seni, pelestarian budaya, serta penguatan kekayaan kebudayaan Indonesia.
Lebih dari sekadar perpanjangan dokumen kerja sama, penandatanganan MoU di kawasan perbatasan ini menghadirkan pesan simbolis yang kuat, semangat memajukan seni dan budaya Indonesia tidak mengenal batas geografis. Dari Aceh di ujung barat hingga Tanah Papua di ujung timur, pendidikan seni menjadi salah satu jembatan yang mempertemukan keragaman sekaligus memperkokoh identitas kebangsaan.
Rektor ISBI Aceh, Prof. Wildan, menyebut penandatanganan tersebut sebagai momentum bersejarah sekaligus penyemangat bagi kedua institusi untuk terus memperluas kontribusi dalam pendidikan seni dan budaya.
“Ini adalah momentum bersejarah dan menjadi penyemangat bagi kita semua. Dari kawasan perbatasan Indonesia dan Papua Nugini ini, kita bersepakat melanjutkan kesepahaman melalui MoU untuk terus mendorong pendidikan seni dan budaya di Indonesia agar semakin tumbuh dan berkembang,” ujar Prof. Wildan.
Menurutnya, Papua merupakan tanah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, seni, dan bahasa. Kekayaan tersebut merupakan bagian penting dari identitas Indonesia yang perlu dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Papua adalah tanah keberagaman suku, budaya, seni, dan bahasa. Semua keberagaman itu menyatu dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Inilah kekuatan bangsa kita. Seni dan budaya harus menjadi ruang yang mempertemukan perbedaan, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Penandatanganan MoU tersebut turut didampingi Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain ISBI Aceh, Ichsan, M.Sn., serta Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain ISBI Tanah Papua, Yanes Koyari, M.Sn.
Kehadiran kedua pimpinan jurusan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan unit akademik dalam menerjemahkan kesepahaman kelembagaan menjadi program kerja yang nyata. Jurusan dan program studi merupakan ruang utama berlangsungnya pendidikan, penelitian, penciptaan karya, serta pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen
Masukkan email Anda untuk menerima brosur dan pengingat jadwal pendaftaran.